perubahan sosial memepengaruhi pembangunan pertanian

Mei 31, 2009 at 6:15 am Tinggalkan komentar

DLM KELAS

Membedah Kasus Perubahan Sosial di Tingkat Komunitas masyarakat jawa tengah

Catatan perjalanan pembangunan pertanian di Indonesia telah banyak diulas oleh para peneliti. Salah satunya hasil penelitian Frans Hüsken yang dilaksanan pada tahun 1974. Penelitian yang mengulas tentang perubahan sosial di masyarakat pedesaan Jawa sebagai akibat kebijakan pembangunan pertanian yang diambil oleh pemerintah.  Penelitian ini dilakukan di Desa Gondosari, Kawedanan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kekhususan dan keunikan dari penelitian ini terletak pada isinya yang tidak saja merekam pengalaman perubahan sosial (revolusi) tersebut, namun juga menggali studi dalam perspektif sejarah yang lebih jauh ke belakang. Husken menggambarkan terjadinya perubahan di tingkat komunitas pedesaan Jawa sebagai akibat masuknya teknologi melalui era imperialisme gula dan berlanjut hingga revolusi hijau.

Masyarakat jawa yang semula berada pada pertanian subsisten dipaksa untuk berubah menuju pertanian komersialis. Perubahan komoditas yang diusahakan menjadi salah satu indicator. Imperialisme gula telah merubah komoditas padi menjadi tebu yang tentu berbeda dalam proses pengusahaannya. Gambaran ini semakin jelas pada masa orde baru dengan kebijakan revolusi hijaunya.

Kebijakan pemerintah yang mengacu pada model modernisasi selalu menekankan pada pembangunan ekonomi yang merubah modal produksi dari pertanian menuju industri. Pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kalpitalisme membawa dampak pada kehidupan di tingkat komunitas.

Pembangunan ekonomi ala kapitalisme pada masyarakat pedesaan membawa dampak pada perubahan struktur sosial komunitas tersebut. Dampak perubahan social yang terjadi adalah :

  1. Tenaga kerja dan upah.

Pembukaan  alahindustri di daerah pedesaan membuka peluang lapangan kerja namun tidak menjami kesejahteraan tenaga kerjanya. Walaupun lapangan kerja tersedia, kesejahteraan pekerja tidak dapat dengan mudah terpenuhi. Sebagian besar tenaga kerja bukan berasal dari kelompok masyarakat miskin, melainkan dari kelompok yang telah bekerja dan memiliki pengalaman. Komunitas miskin tetap tidak dapat mengisi sekor pekerjaan yang mebutuhkan keterampilan dan keahlian khusus, praktis hanya mengisi tenaga kerja tidak terampil (tenaga kerja kasar) dengan upah yang rendah. Tantangan besar dalam mewujudkan industri di daerah pedesaan adalah rendahnya sumber daya manusia yang ada.

  1. Terbentuknya diferensiasi pada masyarakat merupakan akibat dari kebijakan pembangunan pertanian yang diambil oleh pemerintah baik pada masa kolonial belanda, penjajahan jepang hingga orde baru.

Pola perubahan dialektik memberikan ruang dialog antara aktor-aktor dalam komunitas. Dialog akan terjadi pada pihak-pihak yang saling bertentangan (kontradiksi). Kontradiksi dapat terjadi antara aturan struktural dan aspirasi individu. Kontradiksi ini juga dapat kita amati pada perbedaan tingkat perubahan pada berbagai sektor. Salah satu yang dapat dilihat pada kasus-kasus tersebut adalah perubahan pada aspek teknologi dan ekonomi yang begitu pesat tidak diimbangi dengan perubahan pada aspek politik dan ideology.

Dari ulasan di depan dapat kita ambil sebuah kerangka teori yang mampu menjelaskan tentang perubahan sosial di tingkat komunitas. Komunitas dipandang sebagai suatu yang tak seragam. Perbedaan kepentingan akan selalu muncul di dalam komunitas. Pada perkembangannya komunitas selalu akan mendapat tekanan dari tingkat yang lebih luas, terutama pemerintah melalui program pembangunannya.

Pendekatan modernisasi yang selama ini dilakukan oleh negara-negara berkembang membawa dampak pada berubahnya modal produksi seiring dengan introduksi teknologi baru. Perubahan moda produksi menghasilkan perubahan pola interkasi dan pada akhirnya merubah struktur sosial komunitas.

Perubahan atau evolusi (kemunduran, involusi) yang terjadi dalam jangka panjang merupakan bentuk linear yang bersifat akumulatif dan tidak berulang. Namun demikian prosesnya tidak dapat dikatakan mudah dan lancar. Perubahan seringkali terjadi dalam bentuk gejolak-gejolak dalam komunitas. Kontradiksi senantiasa akan terjadi dan menimbulkan ruang dialektik diantaranya

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2009
S S R K J S M
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: